Murung Raya, Pojokkalimantan.com - Dilansir dari BALANGANEWS menayangkan bahwa di tengah jeritan masyarakat Kabupaten Murung Raya (Mura) yang kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM), sebuah insiden tragis justru terjadi di perairan. Satu unit perahu mesin motor yang diduga kuat sedang mengangkut BBM hangus terbakar di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito, tepatnya di depan Desa Muara Untu, Kecamatan Murung, Senin (11/5/2026) sore.
Kepulan Asap Hitam di Tengah Sungai
Insiden ini mendadak viral setelah rekaman video amatir beredar luas di jagat maya. Dalam video tersebut, tampak asap hitam pekat membubung tinggi ke langit dari tengah sungai, tak jauh dari lokasi jasa feri penyebrangan roda dua (R2) Desa Muara Untu.
Kobaran api yang besar menunjukkan adanya kandungan bahan mudah terbakar di atas perahu tersebut, menciptakan pemandangan mencekam bagi warga yang melintas di sekitar DAS Barito.
Konfirmasi Pihak Kepolisian
Kapolres Murung Raya melalui Kapolsek Murung, Yakobus Riko Biatno, S.A.P, membenarkan peristiwa memilukan tersebut saat dikonfirmasi oleh awak media melalui pesan singkat WhatsApp.
"Benar, telah terjadi kebakaran terhadap perahu mesin motor pengangkut BBM yang berlokasi di DAS Barito, tepat di depan Desa Muara Untu," ujar Yakobus, Senin (18/49 WIB).
Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait detail insiden ini. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti asal dan tujuan perahu tersebut, jenis BBM yang diangkut, maupun identitas pemilik perahu.
"Terkait ada tidaknya korban jiwa serta penyebab pasti kebakaran, semua masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut," tambahnya.
Kontras dengan Kelangkaan BBM di Darat
Peristiwa ini menjadi sorotan tajam lantaran terjadi di saat warga Murung Raya harus "berdarah-darah" mendapatkan BBM. Untuk mendapatkan satu liter Pertalite atau Pertamax di SPBU, warga harus mengantre minimal dua jam.
Kondisi di tingkat eceran pun tak kalah memprihatinkan. Harga BBM di pasaran melonjak drastis hingga Rp25.000 bahkan menembus Rp40.000 per liter, jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah.
Terbakarnya perahu pengangkut BBM ini seolah menjadi tamparan keras di tengah krisis energi yang sedang mencekik ekonomi masyarakat setempat.
Sumber; Sam
Red//Lova


