Sekadau, Pojokkalimantan.com - Panen jagung hibrida di tiga lokasi Kabupaten Sekadau menghasilkan total 21,8 ton jagung bertongkol. Pada Senin (12/10/2026), pengukuran potensi produksi melalui metode ubinan juga dilakukan di satu lokasi lain sebagai bagian dari dukungan Polres Sekadau terhadap program ketahanan pangan nasional.
Plt Kasi Humas Polres Sekadau IPDA Iwan Kurniawan mengatakan, kegiatan tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat swasembada pangan.
"Polri mendukung ketahanan pangan nasional melalui pendampingan pertanian bersama masyarakat. Harapannya, pemanfaatan lahan semakin produktif dan hasilnya memberikan manfaat ekonomi bagi petani serta masyarakat," ujar Iwan, Selasa (13/10).
Panen berlangsung di Desa Sungai Ringin dan Desa Engkersik, Kecamatan Sekadau Hilir, serta Desa Engkulun Hulu, Kecamatan Nanga Taman. Hasil yang dilaporkan masing-masing mencapai 6 ton dari lahan 0,9 hektare, 6,2 ton dari lahan 1 hektare, dan 9,6 ton dari lahan 1 hektare.
"Hasil panen di sejumlah lokasi tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk sebagai pakan ternak," sambung Iwan.
Sementara itu, pengubinan di Desa Entabuk, Kecamatan Belitang Hilir, menggunakan petak sampel berukuran 2,5 x 2,5 meter. Dari sampel diperoleh 5,6 kilogram jagung pipilan, dengan estimasi produktivitas mencapai 8,96 ton per hektare.
Iwan menambahkan, sinergi Polri, petani, penyuluh pertanian, dan masyarakat diharapkan terus memperkuat pelaksanaan program ketahanan pangan nasional.
"Semangat Polisi Bersama Masyarakat menjadi landasan untuk mendorong kegiatan pertanian yang produktif dan berkelanjutan," tutupnya.
Humas Polres Sekadau
Redaksi//Rg
Redaksi//Rg


