SEKADAU, Pojokkalimantan.com - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sekadau akan lebih selektif dalam menentukan pembangunan infrastruktur di tengah tuntutan efisiensi anggaran.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sekadau, Heri Handoko Susilo, mengatakan pihaknya akan mengarahkan anggaran yang tersedia untuk pekerjaan yang memiliki tingkat urgensi tinggi dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Menurutnya, efisiensi anggaran tidak berarti menghentikan pembangunan infrastruktur. Sebaliknya, kondisi tersebut menjadi momentum bagi PUPR untuk memperkuat perencanaan agar setiap program yang dijalankan benar-benar sesuai kebutuhan daerah.
“Kami perketat perencanaan, lelang dini, dan pengawasan agar tidak ada pemborosan,” ujar Heri, Kamis (10/9/2026).
Ia menegaskan, PUPR tidak ingin mengejar banyaknya paket pekerjaan, tetapi lebih mengutamakan kualitas pembangunan. Setiap pekerjaan yang dilaksanakan diharapkan dapat memberikan manfaat dan bertahan dalam jangka panjang.
“Fokus ke kualitas, bukan kuantitas paket,” katanya.
Untuk menjaga pembangunan tetap berjalan, PUPR Sekadau juga menyiapkan strategi dengan mengoptimalkan sejumlah sumber pendanaan. Di antaranya Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit, Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kami akan maksimalkan DBH Sawit, DAK, dan PAD serta bersinergi dengan Pemprov Kalbar dan pihak swasta seperti arahan Bapak Wagub,” ungkap Heri.
Menurut Heri, pemanfaatan berbagai sumber pendanaan tersebut penting agar kebutuhan pembangunan tidak hanya bergantung pada satu sumber anggaran. Sinergi dengan pemerintah provinsi maupun pihak swasta juga diharapkan dapat membuka dukungan tambahan untuk pembangunan infrastruktur.
Selain perencanaan, efisiensi akan dilakukan melalui pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan. PUPR memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai perencanaan sehingga anggaran yang tersedia dapat digunakan secara tepat dan tidak terjadi pemborosan.
Dengan strategi tersebut, PUPR Sekadau menargetkan pembangunan tetap berjalan meski ruang fiskal harus dikelola secara lebih hati-hati. Prioritas diberikan kepada infrastruktur yang mendesak dan berdampak langsung terhadap kebutuhan masyarakat.
Heri berharap pengelolaan anggaran yang lebih selektif dapat membuat pembangunan di Kabupaten Sekadau tetap berkualitas. Menurutnya, keterbatasan anggaran harus diikuti dengan perencanaan yang matang agar setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Reporter: Lova


