-->


Terkini

Hadapi Puncak Kemarau, Bupati Sekadau Bagikan Sarpras Kepada 7 Kades Binaan PT Agro Andalan

Pojok Kalimantan
Jumat, 21 Agustus 2026, Agustus 21, 2026 WIB Last Updated 2026-08-21T05:34:00Z


Sekadau, Pojokkalimantan.com
 — Langkah konkret pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat di Kabupaten Sekadau. Bertempat di Kantor Central PT Agro Andalan, Desa Setawar, Kecamatan Sekadau Hulu, digelar kegiatan Sosialisasi dan Pembagian Sarana Prasarana (Sarpras) Pengendalian Karhutla, Sabtu (21/8/2026).


​Bupati Sekadau, Aron, S.H., hadir secara langsung bersama jajaran Pemkab Sekadau untuk menyerahkan bantuan alat pemadam secara simbolis kepada para kepala desa. Perangkat yang diserahkan berupa sprayer (alat semprot manual), dengan alokasi masing-masing 5 unit setiap desa untuk 7 desa binaan di sekitar wilayah operasional perusahaan.


​Perwakilan Manajemen PT Agro Andalan, Suryadi, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran jajaran pemerintah daerah dan berharap peralatan tersebut dapat difungsikan secara optimal oleh warga.




Menyambut baik bantuan ini, Kepala Desa Setawar, Nasarius Kem, mengapresiasi kepedulian perusahaan dan berharap kolaborasi penanggulangan karhutla antara warga dan swasta terus terjalin erat.


​Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Sekadau, Bayu, mengungkapkan bahwa wilayah Sekadau saat ini berada pada fase kemarau moderat yang diprediksi mencapai puncaknya pada September mendatang. Berdasarkan data BMKG per 12 Agustus, terdeteksi 1.081 hotspot di Sekadau. Namun, Bayu menegaskan bahwa hotspot tersebut tidak selalu berupa titik api, melainkan bisa disebabkan oleh pemantulan suhu panas dari atap seng pemukiman.


​Ia mengingatkan pentingnya sosialisasi mengenai aturan pembukaan lahan, merujuk pada Perda No. 1 Tahun 2022 yang mengizinkan pembukaan lahan berbasis kearifan lokal maksimal 2 hektar dengan standar tata cara yang aman.


​Dalam arahannya, Bupati Sekadau, Aron, S.H., mengimbau masyarakat yang hendak membuka ladang agar senantiasa berkoordinasi dengan pihak terkait guna mencegah bahaya api menjalar ke perkebunan warga maupun perusahaan.




​"Masyarakat kita sudah semakin bijak dan memahami aturan pembakaran ladang. Kuncinya adalah kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, dan warga," tegas Aron.


​Selain isu Karhutla, Bupati Aron juga menyoroti ancaman krisis air bersih yang mulai melanda sejumlah wilayah akibat musim kemarau, khususnya bagi masyarakat di kawasan seberang Sungai Kapuas. Ia mengimbau seluruh warga untuk mulai menghemat penggunaan air bersih selama masa tanggap kemarau ini.


​Turut hadir dalam agenda tersebut Asisten 2 Setda Sekadau, Camat Sekadau Hulu, Kapolsek, Danramil, serta para Kepala Desa di wilayah binaan PT Agro Andalan.


Reporter: Lova

Komentar

Tampilkan

  • Hadapi Puncak Kemarau, Bupati Sekadau Bagikan Sarpras Kepada 7 Kades Binaan PT Agro Andalan
  • 0

Terkini

Topik Populer

Iklan