
Sekadau, Pojokkalimantan.com - Sejumlah perwakilan generasi muda BEM Institusi Tekhnologi Keling Kumang kabupaten Sekadau yang tergabung dalam forum peduli petani Kabupaten Sekadau mendatangi gedung perwakilan rakyat daerah hari ini. Mereka menyampaikan aspirasi dan mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret terkait krisis ekonomi yang tengah menjerat para petani kelapa sawit di wilayah tersebut.
Aksi penyampaian aspirasi oleh BEM ITKK ini dipicu oleh kondisi kesejahteraan petani yang kian terpuruk. Saat ini, para petani sawit di Kabupaten Sekadau harus menghadapi "badai" ekonomi yang datang bertubi-tubi: anjloknya harga komoditas sawit yang diperparah oleh lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) serta melambungnya harga kebutuhan pokok.
"Biaya produksi terus membengkak karena harga pupuk dan pestisida meroket tajam. Di sisi lain, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS membuat harga-harga kebutuhan pertanian ikut melambung. Pendapatan kami tidak lagi seimbang dengan modal yang keluar," ujar perwakilan pemuda saat membacakan tuntutannya.
Selain menyoroti biaya produksi, forum ini juga mengkritisi beberapa poin krusial yang dinilai menekan ekonomi masyarakat bawah, di antaranya:
Evaluasi Kebijakan Ekspor & Pajak: Menuntut regulasi yang lebih berpihak pada petani lokal.
Transparansi CSR: Mendesak perusahaan perkebunan kelapa sawit di Sekadau untuk menjalankan tanggung jawab sosial (CSR) secara tepat sasaran.
Investasi SDM: Meminta pemerintah daerah menyediakan bantuan pendidikan dan beasiswa bagi anak-anak petani demi keberlanjutan masa depan daerah.
Berlandaskan Nilai Pancasila
Gerakan ini menegaskan bahwa penyampaian aspirasi tersebut merupakan wujud nyata dari pengamalan nilai-nilai Pancasila. Mereka merujuk pada Sila Kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab) sebagai bentuk kepedulian sesama, Sila Keempat sebagai hak konstitusional dalam berdemokrasi, dan Sila Kelima (Keadilan Sosial) sebagai target utama pemerataan kesejahteraan.
Melalui forum diplomatis ini, generasi muda (BEM ITKK) Sekadau berharap pemerintah dan pemangku kebijakan tidak menutup mata. Mereka menuntut adanya formulasi kebijakan baru yang tidak hanya berpihak pada korporasi, tetapi juga menyelamatkan hajat hidup para petani sawit dan masa depan generasi muda di Kabupaten Sekadau.
Rabu, 3 Juni 2026
Redaksi: Lova


