-->


Terkini

Harga LPG 3 Kg di Sekadau Mencekik, Ketua Komisi 3 DPRD Sebut Imbas Panjangnya Rantai Distribusi

Pojok Kalimantan
Selasa, 05 Mei 2026, Mei 05, 2026 WIB Last Updated 2026-06-07T02:07:44Z



Sekadau, Pojokkalimantan.com – Kelangkaan dan lonjakan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi ukuran 3 kilogram (melon) kian mencekik masyarakat di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Di tingkat pengecer, harga gas melon tersebut dilaporkan melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp40.000 per tabung, jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.


​Kondisi ini memicu keluhan berat dari warga, salah satunya Agam, penduduk Desa Setawar. Ia mengaku masyarakat harus mencurahkan energi ekstra dan waktu produktif mereka hanya untuk berburu gas yang menjadi kebutuhan dasar dapur.


​“Kami selalu kewalahan mencari kemana-mana dan harganya pun sampai 40 ribu rupiah. Ini bukan hanya kerugian materi karena harga mahal, tetapi juga kerugian waktu produktif. Banyak masyarakat kehilangan kesempatan bekerja karena harus antre atau berkeliling mencari gas,” keluh Agam dengan nada kecewa.


​Menurutnya, kelompok yang paling terpukul akibat sengkarut ini adalah ibu rumah tangga dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menggantungkan perputaran roda ekonomi mereka pada ketersediaan gas melon. Merespons situasi yang tak kunjung membaik, Agam mendesak Pemerintah Kabupaten Sekadau dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk segera mengambil tindakan nyata di lapangan.


​"Kami sangat berharap agar pemerintah daerah Sekadau dan juga para anggota DPRD supaya secepatnya bertindak atau melakukan sidak. Jangan sampai ada permainan oknum-oknum nakal yang sengaja menimbun dan mempermainkan harga LPG yang sangat merugikan masyarakat ini," pintanya tegas.

DPRD Sekadau Buka Suara: Sebut Efek Domino Rantai Dagang dan BBM

​Menanggapi jeritan warga, Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Sekadau, Yohanes Ayub, A.Ma,Pd., angkat bicara. Ia tidak menampik bahwa polemik kelangkaan dan mahalnya gas melon ini merupakan persoalan klasik yang sudah lama terjadi di wilayahnya.


​Ayub menganalisis bahwa lonjakan harga ini kemungkinan besar terjadi akibat panjangnya mata rantai distribusi perdagangan dan imbas dari kenaikan biaya operasional makro.


​"Kita tidak menuduh ya, tapi faktor penyebab langka dan harga makin mahal di lingkungan masyarakat itu efek dari segi bisnis atau perdagangan. Strukturnya dari SPBE ke agen, lanjut ke pangkalan, lanjut lagi ke pengecer, baru ke masyarakat. Nah, kemungkinan kenaikan harga itu terjadi di lingkaran itu dengan berbagai alasan, termasuk biaya operasional dan faktor mahalnya BBM," papar Ayub saat diwawancarai pada Selasa, 5/5/2026.


​Ia menambahkan, melejitnya harga bahan bakar minyak (BBM) belakangan ini secara otomatis memicu penurunan daya beli masyarakat sekaligus mengerek naik tarif moda transportasi logistik gas.


​"Memang tidak kita pungkiri bahwa dampak dari kenaikan harga BBM sekarang ini daya beli masyarakat turun signifikan. Dan termasuk mahalnya harga LPG 3 kg itu kan salah satu efek domino dari kenaikan BBM tadi," pungkas legislator Sekadau tersebut.

Redaksi // Lova

Komentar

Tampilkan

  • Harga LPG 3 Kg di Sekadau Mencekik, Ketua Komisi 3 DPRD Sebut Imbas Panjangnya Rantai Distribusi
  • 0

Terkini

Topik Populer

Iklan