Sekadau, Pojokkalimantan.com - Tanaman jagung di lahan seluas 4 hektare di Dusun Menawai Tekam, Desa Menawai Tekam, Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau, diperkirakan menghasilkan 6,4 ton jagung pipilan per hektare. Angka itu diperoleh dari hasil pengubinan sebelum tanaman memasuki masa panen.
Pengubinan dilakukan Selasa (6/10/2026) oleh Bintara Penggerak Ketahanan Pangan Aiptu Antonius Susilo bersama pemilik lahan. Sampel diambil pada bidang berukuran 2,5 x 2,5 meter.
Plt Kasi Humas Polres Sekadau IPDA Iwan Kurniawan mengatakan, dari sampel tersebut ditemukan 30 batang jagung dengan 29 tongkol. Setelah dipipil, berat jagung mencapai 4 kilogram.
"Kalau dihitung berdasarkan hasil ubinan, produktivitasnya sekitar 6,4 ton jagung pipilan per hektare," kata Iwan.
Hasil ubinan itu menjadi gambaran awal potensi produksi tanaman sebelum seluruh jagung dipanen. Sebelumnya, lahan tersebut mendapat pemupukan satu kali saat tanaman berumur 14 hari setelah tanam menggunakan 25 kilogram pupuk NPK 15-15-15.
Di wilayah lain, penanaman jagung juga terus dilakukan. Sehari sebelumnya, Bintara Penggerak Ketahanan Pangan Aipda Fajri bersama sukarelawan dan warga Desa Kumpang Ilong menanam jagung hibrida di lahan seluas 3 hektare di Kecamatan Belitang Hulu.
Sebanyak 27 bungkus benih jagung hibrida Macho Bisi 235 digunakan dalam penanaman tersebut. Pada hari yang sama, Bintara Penggerak Ketahanan Pangan Aiptu Joko Martono bersama masyarakat Dusun Entinggang juga menanam jagung di lahan seluas 2 hektare di Desa Empajak, Kecamatan Belitang Hilir, menggunakan 15 kilogram benih Bisi.
Iwan mengatakan rangkaian penanaman dan pemantauan tanaman tersebut merupakan bagian dari Program Ketahanan Pangan yang dilaksanakan jajaran Polres Sekadau.
"Jadi bukan hanya menanam, tetapi tanaman yang sudah ada juga dipantau perkembangannya sampai mendekati panen. Dari sini kita bisa melihat potensi hasil dan menjadi bahan evaluasi untuk penanaman berikutnya," pungkasnya.
Humas Polres Sekadau
Redaksi//Rg
Redaksi//Rg


