Sekadau, Pojokkalimantan.com - Sebanyak 20 warga bersama personel Polsek Nanga Taman turun langsung menggarap lahan seluas sekitar 2 hektare di Desa Nanga Engkulun, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Senin (28/9/2026). Lahan tersebut mulai ditanami jagung dengan pola tumpangsari dengan kelapa sawit.
Penanaman berlangsung secara gotong royong. Bintara Penggerak Ketahanan Pangan Desa Nanga Engkulun Aiptu Asep Muhamad Syafei bersama warga bekerja langsung di lahan, mulai dari menyiapkan titik tanam hingga memasukkan benih jagung.
Sebanyak 10 kilogram benih jagung disiapkan untuk lahan milik Arianto Uban di Dusun Kure, Desa Nanga Engkulun. Pola tumpangsari dipilih dalam pengelolaan lahan sehingga jagung dapat dibudidayakan bersama tanaman lain yang ada di lahan tersebut.
Kegiatan turut melibatkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Nanga Engkulun Vicko. Pendampingan dilakukan untuk membantu warga dalam proses penanaman sekaligus memantau kondisi lahan dan tanaman setelah benih ditanam.
Kapolsek Nanga Taman IPDA Bari Candramedi melalui Plt Kasi Humas Polres Sekadau IPDA Iwan Kurniawan mengatakan, keterlibatan personel bersama warga menjadi bagian dari pendampingan dalam pemanfaatan lahan pertanian.
“Penanaman dilakukan bersama-sama di lahan yang cukup luas. Personel, warga dan PPL turun langsung sehingga prosesnya tidak hanya sebatas penyerahan benih, tetapi benar-benar dikerjakan di lapangan,” ujar Iwan, Selasa (29/9).
Ia menambahkan, setelah penanaman, perawatan menjadi tahapan yang tidak kalah penting. Kondisi tanaman akan dipantau secara berkala agar jagung dapat tumbuh dengan baik hingga memasuki masa panen.
“Lahan yang sudah ditanami harus terus diperhatikan. Tentunya setelah jagung ditanam, perawatan harus dipantau secara berkala. Kerja bersama antara warga dan Bintara Penggerak Ketahanan Pangan diharapkan terus berjalan sampai tanaman menghasilkan,” pungkasnya.
Humas Polres Sekadau
Redaksi//Rg
Redaksi//Rg


